MAKASSAR – Cabup 01 M Fathul Fauzi Nurdin atau Uji terlihat hampir selalu melipat tangan di dada saat pasangannya Cawabup Sahabuddin menjawab berbagai pertanyaan terkait kebijakan dan birokrasi pemerintahan yang diajukan panelis ataupun paslon 02 Cabup Ilham Azikin dan Cawabup Kanita Kahfi.
Pada Debat Publik kedua Pilkada Bantaeng yang digelar di Hotel Claro, Sabtu (16/11/2024) itu, terlihat jelas bagaimana strategi paslon 01 dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan terhadap mereka, baik dari panelis maupun dari paslon 02.
Berbagai pertanyaan yang berbau kebijakan, regulasi, atau urusan birokrasi, semuanya dijawab oleh Cawabup Sahabuddin yang tak lain petahana Wabup Bantaeng 2018-2023 pendamping Bupati Ilham Azikin.
Sementara Cabup Uji lebih banyak bertugas menyerang paslon 02 dengan berbagai data yang selalu membandingkan antara capaian Bupati Ilham Azikin dengan capaian Nurdin Abdullah yang tak lain ayah kandungnya, meskipun berbagai pertanyaan yang diajukan telak dibantah oleh Cabup 02 Ilham Azikin.
Salah satu contoh ketika Uji menyerang Ilham terkait aset daerah, yakni Pantai Marina yang di masa sebelum Ilham keuntungannya mencapai Rp3 miliar per tahun.
Hal itu dibantah Ilham Azikin, bahwa PAD Pantai Marina tidak pernah mencapai angka Rp3 miliar pe tahun,
“Stop tipu-tipu. PAD Marina setahu saya itu tidak pernah mencapai Rp3 miliar. Anda dapat dari mana Rp3 miliar itu? Data Pantai Marina itu yang tertinggi Rp900 juta. Tahun 2023 PAD Marina Rp191 juta, operasional Rp804 juta,” tegas Ilham.
Hal yang kemudian terlihat sepanjang acara, proses debat lebih tampak terlihat antara Cawabup 01 Sahabuddin dan Cabup 02 Ilham Azikin yang sama-sama punya pengalaman di birokrasi. Sedangkan Uji yang sama sekali tak memiliki pengalaman hanya menjadi penonton. Kalaupun Sahabuddin kehabisan kata dan masih ada waktu masih tersisa, Uji hanya menjawab: pas.
Menarik diperhatikan saat Cawabup Sahabuddin berbicara, Uji yang berdiri di sampingnya hampir selalu melipat tangan di dada yang mengensankan sikap arogan untuk menutupi ketidakpahamannya terhadap persoalan yang sedang dibahas.
Hal lain yang tampak dalam arena debat, beberapa kali setelah merasa ‘berhasil’ menyerang Ilham, Uji selalu menatap ke arah pendukungnya untuk meminta aplaus sembari tersenyum penuh arti. (*)
