RakyatTalk, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik 961 kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelantikan yang dilakukan serentak ini mencakup Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota terpilih untuk masa jabatan 2025-2030.
Acara pelantikan dimulai dengan prosesi kirab yang diikuti oleh para kepala daerah terpilih, yang berjalan dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka. Sesampainya di Kompleks Istana, para kepala daerah memasuki tenda utama untuk pelantikan dengan diiringi Drum Band Gita Praja IPDN, mengenakan pakaian dinas upacara lengkap berwarna putih.
Pukul 10.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi pelantikan dan memulai acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian, dibacakan Keputusan Presiden RI Nomor 15 P Tahun 2025 dan Keputusan Presiden RI Nomor 24 P Tahun 2025 tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah masa jabatan 2025-2030.
Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretaris Negara, Ninik Purwanti, membacakan keputusan pengesahan pengangkatan para kepala daerah tersebut. “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk mengesahkan pengangkatan dalam jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota masa jabatan 2025-2030,” ujar Ninik Purwanti.
Selanjutnya, prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan terhadap enam kepala daerah terpilih yang mewakili enam agama besar di Indonesia. Mereka adalah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Islam), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Katolik), Wali Kota Singkawang Tjhau Chui Mie (Budha), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Hindu), Wali Kota Manado Andrei Angouw (Konghucu), dan Bupati Merauke Yoseph P Gebze (Kristen Protestan).
Presiden Prabowo kemudian mengambil sumpah jabatan kepala daerah terpilih, diikuti dengan penyematan tanda pangkat dan penandatanganan berita acara oleh perwakilan kepala daerah dan Presiden.
Pelantikan ini menjadi titik awal baru dalam perjalanan kepemimpinan di seluruh Indonesia. Dengan dimulainya masa jabatan 2025-2030, diharapkan para kepala daerah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.
