RakyatTalk, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta. (24/2)
Acara peluncuran yang berlangsung di Istana Negara itu dihadiri oleh sejumlah pengusaha dan tokoh penting dari berbagai sektor bisnis Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa peluncuran Danantara menjadi momen penting bagi pengusaha nasional untuk semakin mempererat koneksi. “Hadir juga tokoh-tokoh pengusaha nasional dan ketua organisasi pengusaha,” ujarnya, sembari menyebut beberapa nama pengusaha besar yang hadir dalam acara tersebut.

Di antara yang hadir adalah Chairul Tanjung, pendiri dan pemimpin bisnis CT Corp yang memiliki berbagai perusahaan besar, termasuk Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources. Selain itu, terdapat juga Franky Oesman Widjaja, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin utama Sinar Mas Group, konglomerat besar yang bergerak di sektor agribisnis, properti, energi, dan telekomunikasi.
Hadir pula Haji Isam, konglomerat asal Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai Crazy Rich Batulicin dan pemilik Jhonlin Group, yang berfokus pada perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara. Selain itu, Anindya Novyan Bakrie, Presiden Direktur Bakrie & Brothers dan penerus Grup Bakrie, juga turut menghadiri acara tersebut.
Tak ketinggalan, Garibaldi Thohir, atau Boy Thohir, Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, serta sejumlah pengusaha terkemuka lainnya juga hadir mendukung peluncuran BPI Danantara.
Berdasarkan proyeksi yang disampaikan oleh The Financial Times Stock Exchange (FTSE), BPI Danantara berpotensi menjadi salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia dengan nilai kelolaan diperkirakan mencapai US$ 900 miliar (sekitar Rp 14.616 triliun). Jika terwujud, Danantara bisa melampaui GIC (Government of Singapore Investment Corporation), salah satu dana kekayaan negara terbesar di Singapura.
FTSE optimistis bahwa BPI Danantara akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan menarik lebih banyak investor, baik domestik maupun asing. Dengan dana kelolaan yang besar, Danantara diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar investasi Indonesia.
