BARRU – Cabup Barru 01, H Muhammad Aras yang akrab disapa Aji Aras, dinilai paling layak untuk memimpin Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk periode lima tahun ke depan.
Pilkada Barru 2024 diikuti tiga pasangan calon, yakni paslon 01 H Muhammad Aras-Aska Mappe (Araska), palson 02 dr Ulfa Nurul Huda-Mudassir Hasri Gani, dan paslon 03 Andi Ina Kartika Sari-Abustan Andi Bintang (Inimi Barru).
Pakar administrasi publik, Dr H Hamka menilai, Aji Aras lebih menonjol karena mempunyai segudang pengalaman di dunia politik.
“Aji Aras memiliki rekam jejak di atas rata-rata dibanding dua kompetitornya.
Dari sudut pendidikan, Aji Aras sangat mumpuni. Selain memiliki gelar doktor, disiplin ilmu dan kepakarannya memang sesuai untuk menjadi Bupati Barru, yakni bidang administrasi publik,” kata Dr Hamka, di Makassar, Sabtu (2/11/2024).
Tak hanya itu, kata dia, pasangan Cawabup Aska Mappe itu juga memiliki nilai lebih karena berlatar belakang purn. Polri dan Wakil Bupati.
“Aji Aras ini orang yang sudah selesai dengan hidupnya. Aji Aras tidak mencari makan di Barru, yang ada beliau justru memberi banyak bantuan dan aspirasinya sebagai anggota DPR ke Barru untuk membangun Barru selama lima tahun menjadi anggota DPR RI,” jelasnya.
Pengalaman berorganisasi Aji Aras juga tidak perlu diragukan lagi, karena selalu diberi amanah dengan posisi yang baik dalam setiap organisasi yang diikutinya, termasuk organisasi politik. Sekarang masih terdaftar sebagai Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan.
H Aras adalah anggota DPR RI Komisi V, Kapoksi, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, juga anggota MPR RI.
“Dari sisi kinerja, Aji Aras selama menjabat anggota DPR RI sangat amanah. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pembangunan karena ada aspal di Pujananting, jembatan di Bojo dan Pesse,” tuturnya.
“Aji Aras juga sangat dikenal dengan program bedah rumah, di mana sekitar 6.000 rumah di Barru telah dan sementara dikerja. Selain itu ada juga program pembuatan WC, irigasi, lampu jalan dan banyak lagi. Di luar komisinya, ada juga bantuan listrik gratis, rice cooker dari Kementrian ESDM, ada juga yang sangat viral yakni bantuan beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” sambungnya.
Meski banyak bantuan yang dialokasikannya ke Kabupaten Barru, tidak sedikit programnya seperti bedah rumah dan beasiswa yang seolah dihambat atau dihalangi.
“Ada upaya pihak tertentu untuk mengaburkan bahwa program itu adalah bantuan Aji Aras. Parahnya lagi, ada beberapa yang berusaha mengklaim bantuan itu untuk kepentingan paslonnya,” tambahnya
Saat Pemilu 2024, Aji Aras masuk 10 besar caleg DPR RI di Sulsel dengan perolehan suara di atas 100 ribu. Artinya beliau bukan caleg gagal, tetapi beliau terhalang dengan aturan parliamentary threshold (PT),” katanya.
Menilik berbagai latar belakang pengalaman tersebut, Aji Aras merupakan sosok yang sangat layak dan mumpuni untuk memimpin dan membangun Kabupaten Barru, serta melayani masyarakat Barru.
“Karena yang beliau gunakan adalah hatinya untuk membangun bukan nafsunya untuk berkuasa,” sambungnya lagi.
Sementara, kata dia, pasangan 02 Ulfa-MHG masih dinilai masyarakat minim pengalaman.
“Kami melihat seperti dikarbit untuk menjadi bupati. Kami mendengar isu-isu, seperti rumah sakit pun diturunkan agar dia bisa menjadi direktur agar pangkat dan jabatannya sesuai. Begitu pula wakilnya, kelihatan aktif di Barru saat mau menjadi bupati periode 2019-2024, menjadi caleg 2024, dan saat ini calon wakil bupati,” ujarnya.
Hal yang menguntungkan Ulfa saat ini, ayahnya menjabat Bupati Barru, yakni Suardi Saleh.
“Yang terlihat ada penekanan oleh Satpol saat penertiban dan aktivasi beasiswa yang tersendat. Ulfa juga menjual janji melalui adiknya yang menjadi anggota DPR RI, yakni Teguh yang menjanjikan hal-hal yang sudah dikerjakan Aji Aras, yang belum tentu bisa menyamai jumlah aspirasi yang dikerjakan Aji Aras karena anggaran 2024 telah selesai dianggarkan,” jelasnya.
Sementara untuk pasangan 03, Andi Ina- Abustan, Andi Ina diketahui menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulsel dan tiga periode menjadi anggota DPRD Sulsel.
“Masyarakat Barru mempertanyakan kinerjanya. Mungkin ada kinerjanya, namun tidak terlalu terlihat di masyarakat Barru. Dalam salah satu video amatir, terlihat A Ina menyatakan bahwa dirinya dihalangi Bupati. Tetapi jika itu berlaku sama, maka Aji Aras juga mendapat perlakukan sama,” ucapnya.
Namun faktanya, Aji Aras tetap bisa banyak memberi bantuan kepada masyarakat Barru. Ironinya ada laporan bahwa beberapa kepala desa yang terindikasi terafiliasi mendukung paslon 03 (A.Ina – Abustan) maupun paslon 02 (Ulfa – MHG) telah melakukan perubahan data terhadap calon penerima bedah rumah dari Aji Aras.
“Di lapangan masyarakat mengeluh, rumahnya yang diusulkan tapi karena kepala desanya/lurahnya tidak mendukung Aji Aras, maka ada diindikasi dialihakan ke pendukung paslon lain dengan berbagai alasannya. Mereka menyampaikan bahwa bantuan ini dari pemerintah lewat saya (kepala desa/lurah), kemudiaan pelan-pelan menyampaikan bahwa ini bantuan dari paslonnya,” tandasnya.(*)
