Bakal calon bupati Luwu Utara (Lutra) Arsyad Kasmar (66 tahun) menggandeng tokoh muda sebagai bakal calon wakil bupati yakni, Muh Fajar Jabir (31 tahun).
Pada pemilihan bupati (Pilbup) 27 November, Arsyad Kasmar maju untuk keempat kalinya.
Pasangan Arsyad – Fajar (Akar) sendiri diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Selain pasangan Akar, bakal calon bupati Muhammad Fauzi juga menggandeng tokoh muda yakni Ajie Saputra yang baru saja mundur sebagai ASN. Pasangan Fauzi – Ajie diusung koalisi Golkar, PDIP, PKS dan Perindo.
Arsyad Kasmar sudah tahu caraya menang karena sudah empat kali maju Pilkada. Sama dengan Prabowo juga tahu cara menang karena pengalaman empat kali di Pilpres.
Arsyad yang dikonfirmasi usai menjalani tes kesehatan di RS Unhas menjelaskan jika keputusannya untuk maju Pilbup Luwu Utara untuk yang keempat kalinya adalah demi membangun kampung halaman tercinta.
“Keempat kalinya maju ini karena terpanggil. Selagi masih ada tenaga, masih ada pemikiran, demi kampung halaman ya saya maju!” bebernya.
Selama 47 tahun merantau di Ibukota Jakarta, Arsyad mengaku selalu merindukan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat Lutra yang nampak dari tingginya toleransi antar suku dan agama di sana.
“Insya Allah duit saya bisa dapat Jakarta, tetapi hati yang damai itu tidak bisa saya dapatkan di Jakarta,” keluhnya.
Meski dinilai memiliki kesamaan dengan Prabowo, Arsyad tidak gamang. Ia tetap memandang ketiga paslon lainnya sebagai lawan yang tangguh.
“Ayo kita bertarung! Ini kan demokrasi! Tidak boleh saling menjelekkan orang lain. Kami datang punya niat membangun kampung halaman. Itu saja!” tegasnya.
