Rakyattalk.com

Akademisi Ibaratkan 01 Araska Seperti Valentino Rossi, Salip Semua Lawan di Tikungan Akhir

BARRU – Paslon cabup-cawabup Barru 01, HM Aras-Aska Mappe (Araska), diibaratkan pembalap legendaris MotoGP Valentino Rossi yang piawai menyalip lawan-lawannya meski start di posisi belakang.

Hal itu disampaikan DR Awal, pengamat administrasi publik pascasarjana Universitas Cahaya Prima, setelah mencermati hasil survei paslon 01 Araska pasca Debat Publik Kedua Pilkada Barru yang digelar di Makassar, Rabu (13/11/2024).

“Setelah Debat di Claro, terlihat pasangan Araska unggul di segala lini, mulai dari pemaparan visi misi dan programnya, jawaban atas pertanyaan panelis, dukungan simpatisan di dalam ruang debat dan luar ruang debat, juga komentar di live streaming,” kata DR Awal, di Barru, Sabtu (16/11/2024).

Menurut DR Awal, meski mendaftar ke KPU Barru paling belakang dari dua paslon lainnya, hasil survei berbagai lembaga survei menunjukkan tren peningkatan. Mulai dari 15%, naik menjadi 17%, naik ke 23%, naik ke 27%, dan kemudian 32%.

“Tren kenaikan tingkat kesukaan masyarakat Barru terhadap Araska, salah satunya sebagai hasil dari debat kedua,” kata DR Awal.

Dia menyebut perdebatan soal program Bedah Rumah. Paslon 02, Ulfa-MHG, menyarankan untuk mengubah nama program.

“Ini memperlihatkan ketidakpahaman tentang program, karena programnya bedah rumah itu nama program aslinya BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Bedah rumah justru populer di program televisi nasional,” papar DR Awal.

Tidak hanya itu, masyarakat semakin simpati terhadap pasangan Araskan karena unggul dari sisi pengalaman dan pemahaman kepemimpinan, Maklum saja, H Aras yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PPP periode 2019-2024, sementara Aska Mappe merupakan petahana Wabup Barru.

“Apalagi H Aras banyak mengawal anggaran masuk ke Kabupaten Barru. Dia kaya program yang menyentuh masyarakat seperti beasiswa, SPALD S (jambanisasi), P3AI (Irigasi), dan banyak lagi,” kata DR Awal yang merupakan calon profesor muda yang telah menyandang pangkat akademik dengan jabatan fungsional Lektor Kepala 700, yang artinya kurang 150 kum bisa menyandang gelar professor.

Jadi paslon 01 Araskan secara akumulasi unggul dala hal pengalaman, unggul dalam debat, dan bahkan unggul dari survei.

“Jadi paslon Araska ini jika balapan MotoGP ibarat Valentino Rossi, Meski start dari belakang, sanggup maju sampai depan, dan sepertinya sedikit lagi di tikungan terakhir akan menjadi pemenang,” tutup DR Awal. (*)

Leave a Comment