Rakyattalk.com

Saham Emiten Haji Isam Mendadak Diburu, Harga Naik

Jakarta-Saham emiten sawit H Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mendadak naik dan diburu dengan frekuensi cukup tinggi pada sesi I perdagangan 6 September 2024.

Di sekitar pukul 10.45 WIB saham ini berada di Rp 276 atau +8,66%. Frekuensi perdagangannya juga sudah menyentuh 2.500-an kali, dengan nilai transaksi Rp 5,5 miliar, dan 20 juta saham diperdagangkan.

Padahal pada 5 September kemarin, frekuensi perdagangan saham JARR hanya 732 kali, dengan nilai transaksi Rp 1,29 miliar dan 5,08 juta saham ditransaksikan.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin uji coba dan soft launching implementasi pemanfaatan biodiesel B-50 di kawasan Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada 18 Agustus 2024.

Disebutkan dalam keterangan resmi bahwa Direktur Utama Eshan Agro Sentosa (EAS) Group, Bambang A Wisena mengatakan pihaknya cukup optimis dengan kebijakan biodiesel pemerintah ke depan.

Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi kemajuan industri kelapa sawit nasional. Namun begitu dikatakannya perlu disiapkan aspek teknik, kebijakan, komersil, aspek lingkungan dan lainnya agar kebijakan B-50 berjalan lancar.

Eshan Agro Sentosa merupakan pemilik 86,64% saham Jhonlin Agro Raya.

Emiten sawit Haji Isam (JARR) pada 26 Juli 2024 lalu telah merilis laporan keuangan semester I-2024. Perseroan mencetak laba bersih mencapai Rp 87,84 miliar sepanjang semester I-2024. Angkanya melonjak 314% dari Rp 21,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba per saham juga meningkat drastis menjadi Rp 9,52 per 30 Juni 2024. Sedangkan pada akhir Juni 2023 nilai laba per saham Rp 2,65.

Jhonlin Agro Raya sebenarnya penjualan turun menjadi Rp 1,71 triliun di paruh pertama tahun ini. Di periode sama tahun lalu angka penjualan mencapai Rp 1,99 triliun.

Tapi perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi Rp 1,54 triliun, dari sebelumnya Rp 1,89 triliun.

Leave a Comment