Rakyattalk.com

Viral!!! Oknum Dishub Bantaeng Tikam Nelayan Ternyata Punya Riwayat Gangguan Jiwa

MAKASSAR – Kasus penyerangan yang melibatkan seorang oknum Dinas Perhubungan (Dishub), Andi Anwar Arifin, menghebohkan publik setelah menyerang seorang nelayan menggunakan cutter, Selasa, 8 Oktober 2024.

Insiden tersebut terjadi di Pantai Marina, Kecamatan Pa, jukukang, Kabupaten Bantaeng, sekitar pukul 13.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Ahmad Marzuki mengungkapkan, Andi Anwar Arifin memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 2010.

Setelah insiden penyerangan tersebut, pelaku kemudian dikeroyok oleh warga setempat yang geram dengan tindakannya.

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka terbuka yang cukup parah.

AKP Ahmad Marzuki menyebut, pelaku sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Provinsi Dinas Perhubungan. Namun, karena kondisinya yang tidak stabil secara mental, ia saat ini sudah dinonaktifkan dari jabatannya.

“Pelaku memiliki kelainan jiwa. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala UPT di Dinas Perhubungan Provinsi, yang memiliki cabang di berbagai kabupaten. Namun, karena kondisi mentalnya, ia sekarang sudah dinonjobkan,” kata AKP Marzuki.

Lebih lanjut, Marzuki menyebut, saat kejadian, pelaku memasuki area wisata Pantai Marina dan menunjukkan perilaku tidak wajar.

Ia bahkan sempat menahan beberapa orang yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta mengambil STNK milik warga tanpa alasan yang jelas.

“Menurut saksi-saksi, pelaku menahan orang-orang yang tidak membawa STNK dan bahkan mengambil STNK mereka,” tambahnya.
Riwayat gangguan jiwa pelaku diketahui sejak 17 Mei 2010, ketika ia pernah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Ia pernah dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa berat,” ungkap Marzuki. Sebuah video memperlihatkan seorang pria berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) berwarna putih di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dianiaya sekelompok orang.

Diketahui, korban yang diketahui berinisial AA, tampak dikeroyok secara brutal oleh sekelompok massa. Dalam video tersebut, beberapa warga tampak mencoba melerai aksi kekerasan tersebut, namun emosi massa tidak dapat ditahan.

Awalnya, dia sempat melakukan perlawanan. Namun tak bisa menahan pukulan dari massa. Akibatnya, korban akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden penganiayaan ini diduga terjadi di kawasan wisata Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng. Hingga kini, kronologi maupun pengeroyokan masih belum diketahui.

Kasi Humas Polres Bantaeng, saat dikonfirmasi belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab insiden tersebut.

Leave a Comment