BONE – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak lama lagi akan dihelat. Tak terkecuali di Pilkada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sejumlah figur baru pun mencuat pasca sepeninggal petahana Andi Fashar M Padjalangi.
Salah satunya, Kepala Dinas Pertanian Bone yang juga adik dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (AAS), Andi Asman Sulaiman Sementara ada juga nama Kadi Pariwisata, Andi Promal Pawi.
Beredar kabar keduanya dinilai sebagai figur yang sangat kuat untuk berpasangan dan menyatukan klan Sulaiman dan Pawi.
Andi Asman dijagokan bertarung
sebagai calon Bupati Bone. Bahkan
belakangan, santer dikabarkan jika Andi
Asman akan menggandeng figur dari klan Pawi, yakni Andi Promal Pawi yang saat ini menjabat Kadis Pariwisata dan juga Ketua IKA Unhas Bone.
”Andi Asman dan Andi Promal Pawi merupakan sosok birokrat yang dikenal sarat prestasi. Sama-sama peraih setyalencana dari Presiden RI,” kata praktisi sosial, Rahman Arif beberapa waktu lalu.
Ia menilai, pertarungan Pilkada Bone diprediksi bakal sengit. Khusus Klan Sulaiman, figur yang didorong dari keluarga ini tak dapat dipandang sebelah mata.
Andi Asman Sulaiman misalnya, merupakan salah satau birokrat yang sarat prestasi.
Andi Asman mengawali karir ASNnya sebagai
staf biasa di Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Kemudian, staf di Dinas Tata Ruang Kabupaten Bone.
Pada tahun 2011, AAS sapaan akrabnya, dipromosikan sebagai Sekretaris Lurah Majang. Hingga kemudian jabatan penting lainnya yakni Lurah Majang, Kepala Seksi di Dinas Pariwisata, Sekretaris Camat Bengo, Camat Barebbo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan hingga Kepala Dinas Pertanian yang dijabatnya sampai sekarang.
“Tentu Andi Asman punya modal besar bertarung. Apalagi sosok ini dikenal sarat prestasi selama menjabat kepala dinas. Bahkan inovasi layar hatiku yang dicetuskannya saat menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, berhasil mengantarnya meraih tanda kehormatan Presiden RI berupa Satyalancana Wira Karya,” ucapnya.
Andi Asman lanjutnya akan semakin kuat jika didampingi oleh figur yang juga ketokohan kuat di Bone.
Sosok Andi Promal lanjutnya, menjadi figur pas yang layak mendampingi AAS. Sosok muda, cerdas dan peduli.
“Apalagi dengan pengalaman Andi Promal Pawi yang pernah bertarung di Pilkada Bone 2013 berpasangan dengan Andi Taufan Tiro. Jika keduanya berpaket, maka akan semakin kuat, karena akan bersatunya klan Sulaiman dengan Klan Pawi,” tukasnya.
Ia menilai, kans keduanya memenangkan Pilkada sangat besar. “Dengan kondisi yang dialami Bone saat ini, perlu figur mumpuni, pekerja keras dan bisa membawa daerah ini keluar dari keterpurukan akibat defisit anggaran yang diprediksi lebih Rp100 miliar,” ujarnya.
Pengamat politik yang juga akademisi, Yushar Imran menambahkan, Andi Asman disamping sarat prestasi, juga ditopal modal ekonomi dan sosial. Kakaknya, Andi Amran Sulaiman yang masih menjabat Menteri Pertanian, tentu akan punya peran penting.
Andi Amran tegas dia sudah membuktikan itu saat mengantar adiknya, Andi Sudirman Sulaiman meraih kursi Wakil Gubernur Sulsel.
“Saat itu tidak ada yang mengenal Andi Sudirman Sulaiman. Tetapi kecerdasan Andi Amran bisa melihat peluang itu. Dan di Pilkada ini, saya yakin akan ada kejutan lagi,” katanya.
Penilaian serupa dilontarkan pengamat politik, Dr Ali Anas. Dosen Unibos ini melihat Kans Klan Sulaiman memenangkan Pilkada sangat kuat.
Modal ekonomi, sosial dan jaringan pemenangan menjadi nilai plus klan ini.
“Hanya dalam kancah perpolitikan, bukan hanya modal ekonomi dan sosial, tetapi yang terutama modal elektabilitas.
Jadi, tinggal kemudian bagaimana Andi Asman Sulaiman misalnya jika didorong oleh klan Sulaiman bertarung di Pilkada Bone, bisa meningkatkan modal elektabilitas.
Hari ini masyarakat membutuhkan kandidat yang bisa menjawab tantangan. Termasuk melihat gagasannya.
“Bagaimanapun besarnya kans, kalau tidak bisa menjawab dengan gagasan dan program kebijakan pro rakyat maka akan sulit juga,” jelasnya.
Ia menegaskan, selama ini keluhan dasar mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan yang belum bisa dituntaskan oleh bupati yang pernah menjabat.
“Olehnya itu, masyarakat membutuhkan figur yang mampu menjawab tantangan itu,” terangnya.
